Viral, Paket COD "Misterius" Nyasar Laundry Kota Metro

Viral, Paket COD "Misterius" Nyasar Laundry Se Kota Metro


 Metro (LU).  bagi para sebagian orang membeli  barang lewat online shop sudah menjadi kebutuhan sehari-hari. Apalagi bagi sebagain kaum hawa atau emak-emak dalam membeli kebutuhan fashion.


Baru-baru ini tengah viral di media sosial, seluruh laundry di Kota Metro, Lampung menerima paket Cash On Delevery ( COD) dari salah satu aplikasi pembelian melalui kurir J&T ekpes. Padahal tidak ada yang merasa melakukan pembelian atau pemesanan 


Seperti yang di ungkap akun FB desi Novita “ kena prank hari ini, gak pernah merasa pesan, ada paket datang dengan pembayaran COD, langsung dibayar pula sama kasir” yang merupakan Owner Starclean Laundry Kota metro ini.

“Aku juga dapat des tapi aku tolak” komen akun FB Merligon pemilik Shohib Laundry metro.


“Hari senin (21 Maret 2022) kemaren komunitas Laundry Metro pada dapat paket Cod semua mas & heranya nilai bayarnya sama sejumlah Rp.117.000,-. Padahal isinya cuman sekantong teh celup yang harganya tidak sampai lima ribu. Makanya saya berpesan kepada para owner laundry metro untuk lebih hati-hati.masih mending cuman isi teh celup, nah klo isinya narkoba apa gk ditangkap polisi kita mas” ujar Bintang pemilik Banyu Laundri di 16 c Mulyojati ini.


Modus kejahatan menggunakan paket "misterius". Paket tersebut biasanya dikirim dengan sistem cash on delivery (COD), di mana penerima diharuskan membayar barang dan ongkir kepada kurir ekpedisi tepat setelah menerima paket.


Pernah terjadi Modus "paket tak bertuan" sebenarnya sudah pernah terjadi tahun 2018 lalu. Bahkan saat itu, beredar pesan berantai di sejumlah grup WhatsApp soal paket misterius dari China. Kendati sempat disebut pesan hoaks oleh Polri, namun beberapa masyarakat mengaku benar-benar menerima paket misterius dari China padahal tidak merasa pernah membelinya secara online. Salah satunya dialami oleh Angel.


Tahun 2018 lalu, sebuah paket misterius ditujukan kepadanya di alamat kantornya yang berada di Palmerah, Jakarta Pusat. Alamat tersebut memang kerap digunakannya untuk melakukan transaksi online. Namun, karena merasa tidak memesan barang tersebut, Angel tidak menerima paket dan menolak membayar uang COD sebesar Rp 277.450 yang ditagihkan kepadanya. (LU13)




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama