Minyak Goreng Langka, Harga Gas Elpiji, Cabai dan Bawang Melambung

Minyak Goreng Langka, Harga Gas Elpiji Cabai dan Bawang Melambung


Bandar Lampung (LU) - Setelah kelangkaan minyak goreng yang terus berlangsung hingga kini, dan kenaikan harga elpiji non subsidi kini disusul dengan kenaikan harga cabai dan bawang.


Ironisnya lagi, kenaikan sejumlah bahan pokok rumah tangga ini terjadi menjelang bulan suci Ramadhan.


Akibatnya, warga kian kesulitan memenuhi kebutuhannya. Ditengah ketidakpastian ketersediaan minyak goreng yang masih sulit dicari.


Harga Gas Elpiji Tembus 205 Ribu/Tabung


Ditengah kesulitan memperoleh minyak goreng, pemerintah menaikkan harga gas elpiji non subsidi ukuran 12 kilogram, meskipun harga eceran tertinggi (HET) telah ditetapkan sebesar Rp. 195 ribu pertabung, namun kenyataannya harga gas elpiji di pasaran sudah menembus hingga Rp. 205 ribu pertabung.


Berdasarkan pantauan Lampung Update disejumlah wilayah di Bandar Lampung, khususnya di toko maupun warung yang menjual gas elpiji ukuran 12 kilogram dijual dengan harga Rp. 205 ribu pertabung.


Harga ini terpantau disejumlah daerah di Bandar Lampung seperti di Tanjungsenang, Way Halim, Sukarame dan Sukabumi.


Beberapa warga pengguna gas elpiji ukuran 12 kilogram bahkan terpaksa beralih ke gas elpiji 3 kilogram yang tidak mengalami kenaikan.


Akibat tingginya harga gas elpiji 12 kilogram itu juga membuat permintaan terhadap gas elpiji 3 kilogram meningkat.


Hasan, pedagang retail di Tanjungsenang membenarkan hal tersebut, menurutnya ada peningkatan permintaan terhadap gas elpiji 3 kilogram.


"Mungkin yang biasa pakai elpiji 12 kilogram beralih ke yang 3 kilogram, sehari rata-rata naiknya sampai 10 tabung elpiji 3 kilogram," jelas Hasan lagi.


Beberapa warga bahkan khawatir kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram ini akan membuat kelangkaan gas elpiji 3 kilogram karena banyak masyarakat yang beralih ke gas elpiji 3 kilogram.


Harga Cabai dan Bawang Naik 


Selain kenaikan harga gas elpiji 12 kilogram, kenaikan harga bahan pokok juga terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah di beberapa pasar yang ada di Bandar Lampung.


Dibeberapa pasar yang dipantau Lampung Update, meliputi Pasar Tugu, Pasar Way Kandis, Pasar Way Halim serta Pasar Bambu Kuning, harga cabai merah terpantau naik hingga Rp. 40 ribu perkilonya, harga ini naik sekitar Rp. 12 ribu perkilonya dari harga semula Rp. 25 ribu sampai Rp. 27 ribu perkilonya.


Selain cabai merah, harga bawang merah juga mengalami kenaikan menjadi Rp. 40 ribu perkilonya, padahal semula harga bawang putih berkisar Rp. 32 ribu perkilonya.


Sedangkan, bawang putih terpantau naik menjadi Rp. 30 ribu perkilo dari harga semula Rp. 25 ribu perkilo. (LU-08)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama