Minyak Goreng Sinar Laut yang Ditemukan di Gudang Mulai Disebar ke Seluruh Wilayah di Lampung

minyak goreng sinar laut
Ratusan ribu liter minyak goreng Sinar Laut mulai disebar ke seluruh wilayah kabupaten kota di Lampung. Foto: Ist


Bandar Lampung (LU) - Pasca ditemukannya ratusan ribu liter minyak goreng Sinar Laut yang ditemukan di gudang penyimpanan perusahaan tersebut, Selasa (22/2) kemarin sudah mulai disebar ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Lampung.


Dalam rinciannya, tiap kabupaten kota di Lampung akan memperoleh masing-masing seribu liter minyak goreng Sinar Laut ini. 


Dan, menurut keterangan baik dari Dinas Perindustrian dan perdagangan Lampung maupun dari pihak CV. Sinar Laut menyebutkan jika untuk hari ini sudah ada sedikitnya dua kabupaten yang siap mengambil minyak goreng tersebut dari gudang Sinar Laut.


"Ada Kabupaten Tulangbawang dan Mesuji yang sudah menyatakan akan mengambil minyak goreng di Sinar Laut," terang Direktur CV. Sinar Laut, Andre Wijaya kepada wartawan, Rabu (23/2).


Sedangkan teknis pendistribusian minyak goreng Sinar Laut ini akan dilakukan masing-masing dua kali untuk tiap daerah di Lampung dengan target semua daerah atau kabupaten dan kota di Lampung mendapatkan pasokan minyak goreng Sinar Laut secara merata sesuai dengan jumlah yang ada di gudang perusahaan tersebut.


Di tempat terpisah, Kadis Perdagangan Tulangbawang, Amri Alfis menyebut mulai besok Kamis (24/2) minyak goreng Sinar Laut ini akan langsung dibagikan ke masyarakat.


Sejauh ini, Kabupaten Tulangbawang sudah mendapatkan kepastian jatah minyak goreng sebanyak 1.600 dus minyak goreng yang berasal dari Sinar Laut dan PT. Tunas Baru Lampung.


"Proses distribusi ke masyarakat dilakukan dengan cara door to door karena untuk menghindari kemungkinan merebaknya virus Covid-19. Dan tiap warga akan memperoleh jatah 2 liter yang pendataaannya dilakukan melalui kartu keluarga," terang Amir Alfis.


Ditemukan Tim Satgas Pangan Mabes Polri


Sebelumnya diberitakan, Tim satgas pangan Bareskrim Mabes Polri mendapati sebanyak 356 ribu kardus minyak goreng tersimpan di gudang milik CV. Sinar Laut yang ada di Jalan Soekarno-Hatta (By Pass), Way Gubak, Panjang, Bandar Lampung, Selasa (22/2).


Ratusan ribu liter minyak goreng yang dikemas dalam 32 ribu kardus dengan merek Sinar Laut untuk kemasan 900 mililiter itu ditemukan saat sidak tim satgas pangan.


Tim gabungan yang terdiri dari Bareskrim Polri, Ditkrimsus Polda Lampung, Dinas Perindustrian dan Perdagangan lampung secara langsung bergerak ke perusahaan CV. Sinar Laut ini.


Namun, direktur CV. Sinar Laut, Andre Wijaya menegaskan jika minyak goreng yang ada di dalam gudangnya itu bukanlah minyak goreng yang ditimbun karena perusahaannya sudah melaporkan jumlah stok minyak goreng melalui Kementerian Perdagangan.


"Dari awal Februari, stok yang ada di gudang ini memang sudah kita laporkan dan sudah terdaftar di Kementerian Perdagangan. Dan, stok ini sudah ada sejak Januari lalu dengan jumlah sebanyak 356 ribu liter," terang Andre Wijaya.


Andre juga menambahkan belum didistribusikannya minyak goreng yang ada di gudang CV. Sinar Laut ini lebih didasari karena faktor administrasi.


Sebab, saat itu CV. Sinar Laut membeli minyak goreng sudah dengan harga Rp. 18 ribu perliter, namun belakangan ada aturan dari pemerintah yang menetapkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp. 14 ribu perliter.


"Kita sudah diundang oleh Menteri Perdagangan dan sudah bertemu dengan eksportir yang akan membeli stok minyak goreng yang lama, dan akan membantu selisih harga belinya, dengan begitu pihak eksportir bisa membeli dengan harga standar kemudian dijual ke kami dengan harga HET, setelah itu akan langsung kita distribusikan ke masyarakat," jelasnya lagi.


Baca Juga:

- Ratusan ribu liter minyak goreng ditemukan di gudang CV. Sinar Laut

- Puluhan ribu liter minyak goreng ditemukan di Gudang Bulog dan Alfamart


Warga Menunggu Minyak Goreng Sinar Laut


Rencana pendistribusian minyak goreng itu juga disambut baik oleh warga, mereka berharap proses pendistribusian minyak goreng sinar laut itu bisa dilakukan segera.


"Kami sudah capek dan bosan mengantri dan mencari minyak goreng kemana-mana, jadi tolonglah punya hati nurani untuk membantu warga, karena sudah sebulan lebih kami kesulitan mencari minyak goreng," tutur Rina Yanti warga Way Hui. (LU-08)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama