Menko Perekonomian Sebut Minyak Goreng di Lampung Stabil, Kenyataannya Warga Kesulitan Memperoleh Minyak Goreng

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau operasi pasar minyak goreng di Pasar Kangkung. Foto: Ist

 

Bandar Lampung (LU) - Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut stok minyak goreng di Lampung stabil dan selalu tersedia. Hal ini disampaikannya saat melakukan peninjauan operasi pasar khusus minyak goreng dan sembako di Pasar Kangkung, Panjang, Bandar Lampung, Sabtu (12/2)


"Saya ingin memastikan jika harga sudah sesuai dengan harga eceran yang telah diberlakukan pemerintah walau masih ada pedagang tadi yang mengeluh minyak goreng langka," ujar Airlangga Hartarto dalam kunjungannya ke Lampung untuk sejumlah kegiatan termasuk memantau operasi pasar khusus minyak goreng.


Airlangga juga meminta kepada pemerintah daerah untuk bekerjasama dengan BUMN maupun swasta dalam hal ketersediaan bahan pokok termasuk minyak goreng dalam melaksanakan operasi pasar.


Namun kenyataannya, berdasarkan pantauan Lampung Update dibeberapa wilayah di Lampung, kelangkaan minyak goreng terjadi hampir merata di sejumlah wilayah di Lampung bahkan termasuk di Bandar Lampung.


Di wilayah Tanjungsenang, Bandar Lampung misalnya, sejumlah warga mengeluhkan ketiadaan minyak goreng diberbagai tempat, bahkan jika pun ada harganya terbilang tinggi hingga mencapai Rp. 20 ribu perliternya.


Hal serupa juga terjadi di wilayah Jatiagung, Lampung Selatan. Di daerah ini bahkan sudah hampir sebulan terakhir warga kesulitan memperoleh pasokan minyak goreng.


Ironisnya, diberbagai media sosial banyak pedagang musiman yang menjual minyak goreng dengan harga yang tinggi hingga Rp. 37 ribu per dua liternya.


Karenanya, warga menilai kebijakan pemerintah tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. Bahkan warga menilai, tak masalah jika harga minyak goreng tidak diturunkan asalkan stoknya selalu tersedia.


"Saya sudah mencari minyak goreng kemana-mana, hasilnya kosong semua. Kalaupun ada harganya tidak sesuai dengan harga yang berlaku, bahkan di facebook saya lihat ada yang menjual hingga Rp. 20 ribu perliter," keluh Eva Yanti warga Jatiagung.


Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kedondong, Pesawaran, sejumlah warga mengaku sudah sejak lama kesulitan memperoleh minyak goreng khususnya di mini market sehingga mereka terpaksa membeli minyak goreng di pasaran dengan harga yang relatif tinggi.


"Terpaksa beli di pasar walaupun harganya masih tinggi, mau bagaimana lagi, pasokannya memang tidak ada, jangan karena menunggu harga sesuai dengan yang sudah ditetapkan pemerintah tapi kita tidak bisa masak," keluh Reni warga Kedondong. (LU-09)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama