Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri, Randy Bagus juga Diancam Hukuman Pidana Umum untuk Kasus Aborsi

Bripda Randy Bagus saat menjalani sidang kode etik yang akhirnya memutuskan memecatnya tidak dengan hormat. Foto: ist


 Jatim (LU) - Brigadir dua Randy Bagus akhirnya resmi di pecat sebagai anggota Polri dan juga diancam hukuman pidana umum atas kasus aborsi yang membuat Novia Widyasari tewas mengenaskan, 2 Desember 2021 lalu.

Dalam sidang kode etik itu, Randy Bagus terbukti bersalah dan mendapatkan sanksi berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) karena melanggar peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 14 tahun 2011, khususnya pasal 7 ayat 1 (B) serta pasal 11 (C) tentang kode etik dan profesi anggota Polri.

Saat mendengarkan putusan dari mahkamah sidang kode etik itu, raut wajah Randy Bagus terlihat kalut, sesekali ia menyeka matanya. Raut dan tatapannya juga terlihat kosong.

Menurut Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Gatot Repli menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan 9 saksi terkait kasus aborsi yang dilakukan oleh Randy Bagus menyatakan bahwa Randy Bagus bersalah.

Diproses Hukum

Tak hanya dipecat sebagai anggota Polri, Randy Bagus juga akan menjalani proses hukum pidana terhadap kasus aborsi yang tengah disidik oleh Ditreskrimum Polda Jatim secara intensif.

"Setelah sidang kode etik ini selesai, Randy Bagus juga akan menjalani proses pidanan umum yang sedang disidik oleh Ditreskrimum," terang Kabid Humas.

Randy Bagus akan dikenakan Pasal 348 KUHP Juncto 55 KUHP tentang sengaja menggugurkan kandungan atau mematikan janin, dengan ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara.

Novia Widyasari Tewas Menenggak Potasium

Kasus ini sendiri sempat menjadi sorotan masyarakat secara luas, bahkan menjadi trending dan viral di media sosial, setelah Novia Widyasari tewas menenggak potasium tepat di atas makam ayahnya di Dusun Sugihan, Desa Japan, Kecamatan Soko, Mojokerto, pada tanggal 2 Desember 2021 lalu sekitar pukul 15.30.

Novia Widyasari memilih bunuh diri setelah tak tahan dan mengalami depresi karena kekasihnya Randy Bagus memaksanya untuk menggugurkan kandungannya.

Novia Widyasari yang tercatat sebagai mahasiswi tingkat akhir di jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Brawijaya ini diketahui menjalin kasih dengan Bripda Randy Bagus yang tercatat sebagai anggota Polri yang bertugas di Polres Pasuruan.

Dalam pengakuannya, di salah satu media sosial, Novia Widyasari mengaku dihamili dan dipaksa untuk melakukan aborsi tak hanya oleh Bripda Randy Bagus tapi juga oleh keluarga sang kekasih.

Ketika ditemukan dalam keadaan meninggal, kasus Novia Widyasari ini bahkan sempat viral dan menjadi trending topik di berbagai media sosial, bahkan tanda pagar atau tagar #savenoviawidyasari mendapat atensi termasuk dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang kemudian memerintahkan Propam untuk mengusut kasus ini. (LU-09)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama