Melawan karena Pengaruh Sabu, Pelaku Perampokan BRI Link di Lampung Timur Tewas Ditembak

Pelaku Afdian Saputra 


Lampung Timur (LU) - Pelaku perampokan di Bri Link, Afdian Saputra (33) warga Desa Cahya Maju, Kecamatan Lempuing Jaya, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, tewas ditembak petugas dalam penangkapan yang berlangsung dramatis karena pelaku yang masih dalam pengaruh narkoba jenis sabu berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap, Sabtu (29/1).


Seperti diketahui, akibat aksi perampokan yang dilakukan oleh pelaku Afian Saputra yang terbilang sadis itu menewaskan korban Leli Agustin, karyawan Bri Link akibat ditembak pada bagian kepalanya oleh pelaku di halaman parkir Bri Link di Jalinpantim, Desa Tambah Subur, Way Bungur, Lampung Timur, Jumat (21/1) sore.


Aksi perampokan sadis ini bahkan sempat mendapat perhatian langsung dari Kapolda Lampung, Irjen Hendro Sugiatno yang memerintahkan jajarannya untuk menangkap pelaku dengan segera.


Saat itu, tim gabungan Polda Lampung, Polres Lamtim, Polda Sumsel dan Polres OKI melakukan perburuan terhadap pelaku secara intensif.


Tim yang dikomandoi langsung oleh Direskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Reynold Elisa P. Hutagalung itu melakukan pengejaran dan mengetahui tempat pelaku melarikan diri usai merampok dan menewaskan pegawai BRI Link tersebut.


Dalam ekspos kasus di Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung, Minggu (30/1), Kombes Pol Reynold Elisa P. Hutagalung menyebutkan penangkapan pelaku dilakukan di Desa Pemetung Basuki, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, OKI Timur, saat ditangkap, pelaku yang baru saja mengkonsumsi sabu itu melakukan perlawanan aktif di dalam kamar bahkan sempat terjadi baku tembak.


"Sempat terjadi baku tembak di dalam kamar tempat pelaku berada. Ternyata ia dan teman-temannya baru saja menggunakan sabu, hal ini terbukti dari alat hisap sabu atau bong yang ditemukan di lokasi penangkapan," jelas Kombes Reynold.


Usai penangkapan, petugas kemudian sempat membawa pelaku ke rumah sakit di Martapura namun tewas di rumah sakit, jenazah pelaku sempat dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum dan rencananya akan diserahkan kepada orang tuanya di OKI.


Dari hasil penangkapan itu, petugas mengamankan barang bukti berupa tiga senpi yang digunakan untuk melakukan aksi perampokan di BRI Link Lamtim, selain itu terdapat pula 11 butir peluru kaliber 9 mm, dan 6 buti perlur kaliber 50.


"Kami juga mengamankan sepeda motor Honda Verza yang digunakan pelaku untuk beraksi, namun warna motornya sudah diubah dari merah menjadi hitam," jelasnya Direskrimum Polda Lampung ini lagi.


Pelaku Memiliki Istri di Lampung Timur


Dari informasi yang diperoleh petugas, pelaku Afdian Saputra diketahui memiliki istri di Desa Tegal Ombo, Way Bungur, Lamtim.


Sebelum aksi perampokan sadis yang menewaskan Leli Agustin, pelaku Afdian Saputra diketahui warga yang juga tetangganya itu pulang ke rumah istrinya, namun karena sudah bercerai, istri pelaku diketahui sudah bekerja di Batam, karena pelaku dan istrinya diketahui sudah bercerai.


Sejumlah saksi yang juga tetangga istri pelaku, mengaku melihat pelaku kembali ke rumah mantan istrinya tersebut dengan menggunakan sepeda motor yang sama dengan yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi perampokan, namun hanya sebentar.


Jejak Kriminal Lintas Pulau Pelaku Afdian Saputra


Afdian Saputra diketahui sebagai pelaku kriminal lintas pulau yang terkenal sadis. Ia juga diketahui melarikan diri dari Lapas di Kendal, Jawa Tengah.


Ia dipenjara karena kasus perampokan dan dihukum 3,5 tahun penjara, namun melarikan diri dan pulang ke Sumatera Selatan. Di kampung halamannya itu, pelaku melakukan aksi pembegalan sepeda motor jenis Yamaha N-Max yang juga membuat korbannya tewas.


Terakhir kali, ia melakukan aksi perampokan di BRI Link Way Bungur dan menembak korban Leli Agustin sebanyak dua kali hingga tewas.


Dari aksinya itu, pelaku membawa kabur uang senilai Rp. 50 juta yang dirampas pelaku dari korban Leli Agustin yang juga pegawai BRI Link tersebut.


"Pelaku ini banyak catatan kriminalnya, tahun 2016 dia pernah terlibat kasus pencurian motor, kemudian tahun 2018 dia jadi buronan Polres OKI karena terlibat kasus pencurian bermotor. Kemudian pada tahun 2020 pelaku ditangkap oleh petugas Polda Jawa Tengah karena kasus curat di mini market dan berhasil melarikan diri dari Lapas Kendal, kemudian pelaku beraksi lagi di OKI dengan membegal pengendara sepeda motor N-Max yang membuat korbannya tewas, dan terakhir melakukan aksi perampokan di BRI Link Lampung Timur ini yang juga menewaskan korbannya," jelas Kombes Reynold lagi.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari pelaku Afdian Saputra


Perampokan BRI Link


Seperti diketahui, pelaku Afdian Saputra diketahui berpura-pura hendak menarik uang sebesar Rp. 100 juta di BRI Link yang dijaga oleh korban Leli Agustin.


Namun karena dana yang dibutuhkan tidak mencukupi, korban Leli Agustin menyarankan pelaku untuk menarik uang dalam jumlah besar itu pada sore hari.


Belakangan, pada sore harinya pelaku kembali dan berpura-pura menarik uang Rp. 50 juta dan memaksa korban untuk menunjukkan uang tersebut, saat itulah pelaku berusaha merampas uang sebesar Rp. 50 juta di dalam plastik, namun korban berupaya mencegahnya sehingga pelaku akhirnya menembak korban sebanyak dua kali. (LU-08)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama