Gempa Selat Sunda Dirasakan Hingga ke Lampung, Jakarta dan Banten



Lampung (LU) - Gempa berkekuatan skala 6,6 magnitudo melanda sejumlah daerah di Indonesia seperti Banten, Jakarta hingga di Lampung, Jumat (14/1) pukul 16.05 sore.


Gempa yang berpusat di 132 kilometer barat daya Kota Pandeglang, di kedalaman 40 km ini juga dinyatakan oleh BMKG tidak berpotensi tsunami


Sejauh ini belum ada laporan terkait adanya korban jiwa setidaknya di tiga wilayah yang dilanda gempa tersebut, hanya saja, sejumlah bangunan milik warga di daerah Munjul dan Cimanggu, Pandeglang dikabarkan rusak akibat gempa tersebut.


Dalam laporan BMKG juga menyebutkan jika pasca gempa berkekuatan 6,6 magnitudo itu setidaknya terjadi lima kali gempa susulan dengan skala yang lebih kecil.


Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati dalam jumpa persnya terkait gempa tersebut menjelaskan jika gempa yang terjadi kali ini masuk dalam kategori gempa dangkal.


"Pemicu gempa adalah terjadinya tabrakan antara lempeng Samudera Indo Australia dan Lempeng Benua Eurasia yang berada tepat di bawah Pulau Jawa," jelas Dwikorita.


Berhamburan Keluar


Akibat gempa yang lumayan keras itu pula, warga maupun karyawan yang sedang bekerja langsung berhamburan keluar terlebih yang berada di lokasi gedung bertingkat.


Di Jakarta para penghuni sejumlah apartemen bahkan langsung berlari keluar melalui tangga darurat, demikian pula dengan para karyawan kantor yang bekerja di gedung bertingkat termasuk para pegawai di kantor BMKG.


Agus Mubarok salah satu petugas medis di Jakarta Utara mengaku sempat merasakan getaran keras di lokasinya bekerja,"saya dan teman-teman langsung berlari keluar gedung, untung saja saat itu sedang berada di lantai bawah jadi bisa cepat berlari keluar," terangnya.


Wahyudi, salah seorang pengemudi ojol yang sedang berada di Jalan Gunung Sahari pun ikut merasakan getaran gempa, karena saat itu ia sedang berada bersama rekan-rekannya sesama pengemudi ojol di pelataran parkir.


"Cukup keras getarannya, kita sempat kaget, tadinya kita pikir ini bukan gempa, tapi setelah melihat pegawai kantoran pada keluar baru kita tahu kalau itu ternyata gempa," katanya.


Gempa di Lampung


Selain di Jakarta, getaran gempa yang lumayan kuat juga dirasakan setidaknya di berbagai wilayah seperti Bandar Lampung, Pesawaran, Metro dan Lampung Selatan.


Fuji karyawan kantor di Jalan Jendral Ahmad Yani, Bandar Lampung mengaku sempat merasakan getaran yang sangat keras, bahkan kaca gedung kantornya sempat bergetar.


"Kaca kantor sempat bergetar, kami belum ngeh kalau itu gempa setelah getaran yang kedua baru kami berlari keluar," jelasnya lagi.


Di Kalianda, Lampung Selatan, sejumlah warga yang kebetulan tinggal di tepian pantai bahkan sempat panik dan berlari menjauh dari pantai karena khawatir terjadi tsunami.


"Saya dan keluarga langsung pergi menjauh, karena rumah kebetulan berada tidak jauh dari pantai," terang Rudi. 


Selain itu, Feri warga Gedongtataan juga turut merasakan getaran gempa yang terjadi Jum'at (14/1) sore itu, karena saat peristiwa gempa berlangsung, ia sedang berada di teras rumah bersama anaknya, ketika itu ia merasakan getaran yang cukup kuat, karena kebetulan ia sedang berada di tanah pekarangan rumahnya.


"Sangat keras getarannya,  karena kebetulan saya sedang berada di atas tanah, jadi terasa langsung, waktu itu saya langsung menggendong anak saya menjauh ke lapangan tak jauh dari rumah karena takut terjadi gempa susulan yang lebih kuat," terang Feri. (LU-09)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama