Polisi Bekuk Dua Pelaku Pembunuh Putri Andini yang Jasadnya Ditemukan di Sabah Balau



Lamsel (LU) - Aparat kepolisian meringkus dua orang pelaku yang diduga dalang sekaligus eksekutor pembunuhan terhadap Putri Andini yang jasadnya ditemukan membusuk di salah satu rumah kosong di Sabah Balau, Tanjungbintang, Lamsel, Minggu (5/12) lalu.


Kedua pelaku yakni; Sl dan MT alias Doni (33) warga Jagabaya II, Bandar Lampung. Pelaku Doni bahkan harus ditembak kaki kanannya karena mencoba melawan aparat saat hendak dibekuk tim gabungan dari Polda Lampung, Polres Lamsel dan Polsek Tanjungbintang.


Dalam konferensi persnya di Mapolres Lamsel, Kapolres Lamsel, AKBP Edwin menjelaskan kronologi pembunuhan Putri Andini, pelajar yang juga warga Kotakarang, Bandar Lampung ini diduga dilakukan atas perintah pelaku Sl dengan imbalan uang sebesar Rp. 500 ribu.


"Sl memerintahkan pelaku untuk memperkosa kemudian membunuh korban dengan imbalan uang sebesar Rp. 500 ribu," terang AKBP Edwin, Senin (13/12).


Edwin juga menerangkan, jika sebenarnya pelaku Sl yang menjadi dalang dari pembunuhan terhadap korban ini sebenarnya sudah berteman, namun karena cemburu Sl justru memerintahkan pelaku untuk membunuh korban. Sebelum peristiwa pembunuhan itu, Sl bahkan sempat menjemput korban dirumahnya yang kemudian dibawa oleh pelaku Doni.


Motif sementara pembunuhan ini juga diduga karena pelaku Sl cemburu karena korban yang belakangan diketahui bekerja di salah satu karaoke terkenal di Bandar Lampung dekat dengan seorang laki-laki.


Setelah mendapat perintah dari Sl, pada tanggal 30 November 2021 malam, pelaku Doni kemudian mengajak korban berjalan-jalan termasuk ke salah satu salon, setelah itu membawa korban ke rumah kosong yang menjadi lokasi penemuan jasad korban di Sabah Balau.


Saat itulah, pelaku Doni merudapaksa Putri Andini. Setelah puas, pelaku kemudian membunuh korban dengan cara membenturkan kepala Putri Andini yang sudah tidak berdaya ke lantai rumah hingga tewas.


Setelah memastikan korban benar-benar tewas, pelaku Doni kemudian kabur.


Hasil autopsi terhadap jasa korban juga, menurut Edwin terdapat gumpalan darah di kepala bagian belakang, selain itu terdapat tanda-tanda pemerkosaan.


Kapolres Lamsel, AKBP Edwin juga menerangkan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan menjadikannya sebagai salah satu kasus kriminal yang perlu mendapatkan atensi khusus dari jajarannya.


Kasus ini sempat menyita perhatian warga khususnya di Kota Bandar Lampung, pasalnya jasad korban yang ditemukan masih berusia remaja dan masih tercatat sebagai pelajar sekolah menengah pertama di salah satu sekolah negeri di Bandar Lampung.



Seperti diberitakan sebelumnya, korban Putri Andini ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa dan membusuk, bahkan ketika ditemukan tubuh korban dalam keadaan telanjang di salah satu rumah kosong di Sabah Balau, milik anggota polisi yang bertugas di Lampung Barat, Minggu (5/12) pagi.


Khomodor Feri, warga yang pertama kali menemukan jasad korban awalnya hendak mencari material kayu untuk membuat kandang ayam, kebetulan ia diberi kepercayaan untuk menjaga rumah milik anggota polisi tersebut.


Ketika berada di rumah tersebut, Khomodor mencium bau busuk yang sangat menyengat, semula Khomodor mengira jika bau busuk itu berasal dari bangkai kucing, namun betapa kagetnya ia ketika melihat di lantai dua rumah itu, terdapat sesosok jasad yang belakangan diketahui adalah Putri Andini, pelajar SMP yang juga warga Kotakarang. 


Saat itu juga, Khomodor Feri kemudian memberitahu kerabatnya tentang penemuan jasad perempuan tersebut setelah itu melaporkan ke Polsek Tanjungbintang.


Aparat Polsek Tanjungbintang yang mendapat laporan tersebut segera mendatangi tempat kejadian (TKP) untuk melakukan penyelidikan dan memasang garis polisi. (LU-09)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama