Enam Pelaku Spesialisasi Begal Truk Ditangkap Tim Gabungan Polda Lampung

 


Bandar Lampung (LU) - Tim 308 Polda Lampung berhasil menangkap enam pelaku spesialisasi begal truk (curas) yang dianggap meresahkan para sopir truk akibat aksinya.


Pada saat penangkapan, tim buser Polda Lampung itu, dibackup langsung dari Polres Lamsel, Polsek Natar dan Polres Lamteng untuk mengungkap seluruh pelaku curas kambuhan tersebut. Sementara seorang pelaku lainnya yang diduga berperan sebagai penadah dari hasil aksi kejahatan para pelaku kini masih dalam buruan petugas.


Wakil Direktur Kriminal Umum, Polda Lampung, AKBP Hamid Andri menjelaskan keenam tersangka ditangkap setelah sebelum melakukan aksi terhadap salah satu sopir truk di perkebunan sawit yang ada di wilayah Kecamatan Natar, sekitar sebulan lalu atau tanggal 8 November 2021.


"Keenam pelaku ini kita tangkap setelah menindaklanjuti laporan polisi yang dibuat korban di Polsek Natar," papar Hamid Andri dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Rabu (8/12).


Modus yang dilakukan oleh para pelaku, terangnya lagi, dengan cara berpura-pura memesan carteran truk milik korban untuk memuat pasir.


"Mereka berpura-pura hendak menyewa jasa angkutan truk untuk memuat pasir," ujar Hamid Andri lagi.


Ketika korban tiba di lokasi kejadian (TKP), keenam pelaku langsung menghadang korban dan mengancam korban dengan senjata tajam.


Setelah korbannya tak berdaya, para pelaku kemudian mengikat korban dengan lakban di sekujur tubuhnya termasuk mata korban, kemudian kabur dengan membawa truk hasil rampasan.


Wadir Krimum ini juga memaparkan peran para tersangka, yakni: K (47) warga Komering Putih, Gunungsugih, Lamteng bertugas sebagai pembuat rencana dan yang menodong korban dengan senjata tajam dan kemudian mengikat korban.


Sedang, pelaku SA (41) warga Haji Pemanggilan, Anak Tuha, Lamteng bertugas menentukan sasaran, termasuk menjemput dan menodong korban dengan sajam.


Pelaku JH (63) warga Kedaton Bandar Lampung berperan sebagai penentu lokasi untuk melakukan aksi. Kemudian, pelaku AA warga Haji Pemanggilan Anak Tuha Lamteng dan KT (46) warga Tanjung Senang, Bandar Lampung berperan sebagai perantara untuk menjual truk hasil rampasan.


Dan terakhir tersangka A (38) warga Tanjungsari, Lamsel adalah penadah kendaraan truk hasil curian yang kemudian dijual kembali ke tersangka MAD yang kini sedang dalam buruan petugas (DPO).


Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 hitam, tiga bilah pisau, dua unit HP, lakban untuk mengikat korban dan uang Rp.30 juta sisa hasil penjualan truk milik korban.


"Akibat perbuatannya, para tersangka bakal dijerat dengan pasal 365 ayat 2 ke (1) dan (2) KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun kurungan penjara dan pasal 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara," tutupnya.


Keberhasilan petugas menangkap para pelaku ini juga mendapat apresiasi dari para sopir truk yang sebelumnya mengaku merasa was-was terhadap ulah para perampas truk ini.


Bahkan tindakan para pelaku ini terkadang tak segan-segan melukai para korbannya,"kami berterima kasih kepada aparat kepolisian, karena sudah berhasil mengungkap kasus ini, setidaknya kami bisa lebih tenang," kata Maman, salah seorang sopir truk. (LU-09)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama