Cuma Dijatah Makan, Waria ini Tega Jual Remaja Putri ke Hidung Belang Hingga 1,2 Juta

Pelaku Ivan Jadid (berkaus orange) saat digiring oleh aparat kepolisian dari Satreskrim Polres Mojokerto


Mojokerto (LU) - Seorang waria di Mojokerto, Ivan Jadid Zamorano (23) atau yang memiliki nama waria Bella Aristha tega 'menjual' sejumlah remaja putri yang masih dibawah umur ke pria hidung belang.


Ironisnya lagi, meski remaja putri itu memiliki tarif mulai dari Rp. 400 ribu hingga Rp. 1, 2 juta namun mereka tidak pernah merasakan upah dari apa yang telah mereka lakukan. Ivan Jadid hanya memberikan mereka makan sehari-hari, tempat tinggal dan kebutuhan kosmetiknya saja.


Padahal, hampir setiap hari ketiga remaja putri yang masih berstatus pelajar SMA dan mahasiswi itu harus dipaksa melayani nafsu bejat para pria hidung belang tersebut.


Menurut Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Tiksnarto Andaru menyebut jika aksi yang dilakukan oleh pelaku tersebut sudah dilakukan sejak tujuh bulan lalu tepatnya bulan Mei 2021.


"Setiap habis melayani, korban-korban ini tidak memperoleh bagian dari tarif yang dipatok oleh pelaku tiap kali memperdagangkan korban. Pelaku hanya memberi para korban ini tempat tinggal, makan dan kebutuhan kosmetik untuk para korban-korban ini," terang Andaru kepada para wartawan, Selasa (14/12).


Tindakan Ivan ini, masih menurut Andaru, adalah bentuk tindakan eksploitasi terhadap anak. Tak jarang, pelaku juga memaksa para korban untuk melayani para pria hidung belang secara langsung di kost mereka.


Selain 'menjual' para korban kepada pria hidung belang, pelaku Ivan Jadid juga memaksa para korban ini untuk menjadi wanita pemandu lagu di berbagai lokasi karaoke yang ada di beberapa wilayah seperti; Mojokerto, Tretes, Mojosari, Prigen hingga Pasuruan.


Modus yang dilakukan pelaku untuk mencari korban, adalah dengan memberikan iming-iming kepada calon korbannya seperti pekerjaan, kosmetik, uang hingga kebutuhan harian hingga tempat tinggal di kost-kostan.


"Di awal merekrut, pelaku ini hanya memperkerjakan korbannya di lokasi karaoke. Setelah agak lama, pelaku akan memaksa dan menjual para korbannya kepada para pria hidung belang dengan tarif yang beragam sesuai kesepakatan," terang Kasat Reskrim Polres Mojokerto ini lagi.


Beruntung, aparat kepolisian berhasil membongkar aksi yang dilakukan oleh Ivan Jadid ini dan langsung melakukan penggerebekan di lokasi kost pelaku Ivan dan para korban yang ada di Desa Randubango, Mojosari, Mojokerto, Senin (6/12).



Saat melakukan penggerebekan itu, aparat Satreskrim Polres Mojokerto menemukan tiga gadis remaja dengan usia mulai dari 16, 17 dan 18 tahun.


Korban-korban itu, seorang diantaranya masih tercatat sebagai pelajar salah satu SMA di Mojokerto, kemudian seorang lainnya masih berstatus sebagai mahasiswi perguruan tinggi, sedangkan seorang korban lainnya mengaku sudah putus sekolah.


Ironisnya lagi, lanjut Andaru, orang tua ketiga korban perdagangan anak ini sama sekali tidak mengetahui aktivitas lain yang dilakukan anaknya selain bersekolah.


Atas aksinya itu pula, pelaku waria ini akan dijerat pasal berlapis khususnya undang-undang tentang tindak pidana perdagangan orang dan undang-undang perlindungan anak.


Kini pelaku terus dilakukan pemeriksaan intensif oleh aparat kepolisian termasuk ketiga remaja perempuan yang menjadi korban perdagangan anak yang dilakukan oleh pelaku waria ini di Mapolres Mojokerto.


Petugas juga menghimbau kepada masyarakat maupun korban lainnya yang pernah menjadi korban pelaku untuk segera melapor kepada aparat kepolisian.


Terkuaknya kasus perdagangan remaja ini juga tak ayal sempat membuat viral di sosial media, pasalnya aksi yang dilakukan pelaku sudah dianggap keterlaluan.


Banyak netizen yang marah dan berharap aparat memberi hukuman yang setimpal atas tindakan pelaku ini. (LU-09)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama